Thursday, June 09, 2005

MLM

Judul tulisan ini MLM.
Pikirannya jangan langsung ke CNI, Network 21, Amway, dll.
Karena MLM di sini bukan berarti Multi Level Marketing, tetapi ....
MLM = Makassar Lagi Makeup.

Pak Walikota, Ilham Arif Sirajuddin, sudah siap-siap untuk melaksanakan program pembangunan untuk membuat kota Makassar makin kinclong. Utamanya penataan kawasan pantai kebanggan kita bersama.

Yah... kita doakan pak Wali dan Wawali, bisa segera memberikan tambahan fasilitas dan kenyamanan lingkungan bagi para warganya.
Cuma, mohon diingat dampak sosial dan lingkungan yang mungkin terjadi.
Mudah-mudahan penyusunan Amdal-nya OK punya.

Selamat Bekerja Pak Wali dan Pak Wawali.

Sunday, May 08, 2005

Nomor Urut

Sampai minggu ini, beberapa daerah sudah sampai ke tahap Pengundian Nomor Urut.
Berarti, team sukses masing-masing kandidat, sudah mulai sibuk.
Biasa... persiapan menghadapi kampanye "asli".
Eh... kalo ada kampanye "asli" berarti ada kampanya "palsu"..
Memang ada-kah kampanye "palsu"..?!
Tidak ada-ji....
Yang ada itu...
Orang bagi-bagi kalender...
Tapi itu bukan kampanye namanya...
Cuma bagi-bagi-ji saja...
Yang dikasih juga teman-teman-ji...
atau keluarga....
atau temanya teman...
atau temannya keluarga...
atau keluarganya keluarga...
pokoknya tidak dibagi-bagika-ji kepada umum.
Jadi, itu bukan kampanya namanya...
Apa-ji namanya ...?!?*$#@!?!?

Wednesday, May 04, 2005

Persyaratan Administrasi

Kalau mendengar kata Administrasi, asosiasi kita umumnya ke arah mesin ketik, komputer, formulir, berkas dan soal ketik-mengetik dan pengaturan berkas serta dokumen.
Sesuatu yang sederhana, walaupun biasanya urusannya jadi rumit karena sifatnya yang masih dominan manual.
Kalaupun ada yang mengetik pake komputer, tapi setelah di-print disimpan dan disusun secara manual.
Sistem pencariannya juga masih manual.
Kalau dibutuhkan, maka cepat tidaknya diproses tergantung mood orang yang mencari... :)

Tapi kalau di depan kata administrasi ini ditambah dengan kata "persyaratan", maka halnya akan menjadi lain.
Muatan arti dan kepentingannya juga menjaadi lain. Persyaratan Administrasi
Pokoknya menjadi semakin rumitlah. Karena persyaratan itu hukumnya wajib.
Persyaratannya wajib diadakan..
Kalau tidak bisa ....... atau tidak ada.... eh belum ada......
Jangan takut. Jangan ragu, jangan bimbang..
Selalu ada jalan dan .....
Bisa di-ada-kan
Di republik ini, apa sih yang tidak bisa ......
Hanya saja, urusannya -biasanya- menjadi makin 'njelimet
Karena biasanya menjadi semakin banyak hal yang terlibat.

Kepentingan mu,
Kepentingan Kami,
Kepentingan Partai,
Kepentingan Pengurus,
Kepentingan Anggota,
Kepentingan Bapak,
Kepentingan Ibu,
Kepentingan Beliau,
Kepentingan Puang,
Kepentingan rakyat,
........
Kepentingan kita....
......
Kepentingan Ku.

Uh..... Republik tercinta......

Apa Menu Pilkada hari ini?

Kayaknya hari ini menunya biasa-biasa saja.
Tak ada yang nikmat sekali,
Tak ada yang garing sekali,
Tak ada yang sedap sekali,
Pokoknya biasa-biasa saja....

Atau karena semua lagi menunggu ...
Menunggu hasil klarifikasi dari KPUD
Menunggu ..the voice of KPU....

Sementara itu di tingkat pusat...
Partai politik mulai lahir kembar...
Yang kalah... Membentuk Partai Tandingan
Yang kalah... Memecat yang menang

Wah harusnya kita bikin Partai Tanpa Tanding
atau Partai Siap Kalah.

Tuesday, May 03, 2005

Musim Mulur

Ada musim baru lagi...
Musim mulur...
KPU Pangkep sudah menyatakan Pilkada di Pangkep mulur 1 bulan.
Pilkada di Selayar juga terancam mulur... Di kabupaten lain ...?
Kemungkinan mulur juga.
Jadi....?!
Yah..... mulur...!!!
Biarkan mi...?!
Supaya kampanye terselubungnya, lebih lama...
Supaya kegiatan-kegiatan terselubungnya, lebih lama....
Supaya lobi-lobi terselubungnya, lebih lama ....
Supaya amplop terselubungnya juga, lebih ..............
Au' ah 'llap...

Monday, May 02, 2005

Flu Burung dan Flu Pilkada

Di Makassar dan Sulawesi Selatan pada umumnya, beberapa bulan terakhir, menjadi sorotan mass media akibat wabah flu burung.
Namun, sekarang ada lagi wabah flu yang lebih seru.... yaitu flu pilkada.
Dimana-mana pilkada sedang rame dibicarakan. Di warung kopi, tempat billiar, rumah makan, di "pete-pete" (angkot khas Makassar), bahkan di pinggir jalan. Mungkin karena ini adalah kali pertama kita melaksanakan pilkada secara langsung.
Yang menjadi pembicaraan umumnya, si Anu dicalonkan Partai Anu. Tapi eh calon dari Partai Anu kok, ada dua paket yang mendaftar ke KPU ?
Ambil contoh di Kabupaten Gowa. Pengurus DPC PAN Gowa mengusung Hasbullah Jabbar dan pasangannya, sedang mayoritas pengurus kecamatan tidak setuju dan malah mengusung Hasan Hasyim. Di Pangkep, PPP juga sempat kisruh karena pengurus PPP Pangkep berbeda keinginan dengan mayoritas Pengurus Kecamatan.
Sebagian masyarakat melihat pilkada ini sejak proses penentuan paket calon yg diusung oleh partai, sudah dipenuhi dengan intrik dan permainan uang, or ... biasa kita bilang money politic.
Bagaimana dengan proses pemilihannya nanti yah...?

Mudah-mudahan antusiasme masyarakat ini, tidak berbalik menjadi apatisme atau bahkan amarah.